Berjalan memasuki base camp salah satu perusahaan. Melewati gerbang, kami disambut monkey2 yg bergelantungan seenaknya di antara mangrove. Iya. Sejauh mata memandang, yg ada memang hanya mangrove. Ini hanya satu part dari 90ribu-an mangrove di sini.
Friday, October 27, 2017
Catatan Kuliah
Siang itu terhitung terik ketika angkot kampus yang aku tumpangi menuju pulang terjebak macet di jalan tikus yg sempit. Tepat di jalan yang agak mendaki, angkot terhenti. Selama hampir stengah jam angkot tak bergerak, tak bisa maju ataupun mundur.
Tuesday, August 01, 2017
Monday, July 17, 2017
GOOD BYE KITTY
Baper itu...setelah semingguan lebih ninggalin rumah buat mudik lebaran..pulang2 di halaman rumah ada kitty (baca: kucing) mati. Sedih skali pas nguburinnya. Jadinya tiap "mentas" di dapur, rasanya ada yang kurang. Berhari2 seperti itu. Biasanya dia yg paling berisik di pintu masuk. Sy masih berharap kitty masih hidup. Lalu... tiba2 semalam ada yg lewat dapur.. cueknya pake banget. Sy spontan manggil satu nama... "Mauw..Mauw...". Tiba2 langkahnya berhenti..berbalik mencari asal suara sambil membalas "Mauw..mauw....". Dan....Masya Allah bahagianya. Si Maau masih hidup. Ia mendekat hingga jarak terdekat kami hanya sekitar 30 cm. Dia mmg nggak pernah mau sy sentuh. Asli penakut. Nggak mau jauh tp nggak berani deket. Nah lo..gimana tuh?
Btw, ttg Kitty yg mati itu, smg dia tenang di sana. Paling nggak.. sy msh beruntung menjadi bagian cerita di detik2 dia dijemput bumi. Terdengar drama ya. Begitulah..emang gitu adanya.
Sekarang pulang ngantor, sy punya kebiasaan baru. Menengok ke arah kuburan kecil sblm nyampe rumah. Di sana..ya di sana.. Kitty-ku yg lain tengah tertidur pulas...
#catlover
Btw, ttg Kitty yg mati itu, smg dia tenang di sana. Paling nggak.. sy msh beruntung menjadi bagian cerita di detik2 dia dijemput bumi. Terdengar drama ya. Begitulah..emang gitu adanya.
Sekarang pulang ngantor, sy punya kebiasaan baru. Menengok ke arah kuburan kecil sblm nyampe rumah. Di sana..ya di sana.. Kitty-ku yg lain tengah tertidur pulas...
#catlover
Tuesday, June 20, 2017
Catatan Penghujung Ramadhan
Mengenang kepergian Ibu saya tercinta,
(Ramadhan 1424 H - 1438 H)
===================================
...
Setiap yg datang, suatu saat akan pergi.
Tak ada yg lebih baik dari datang baik-baik, lalu pergi juga baik-baik.
Setidaknya yg ditinggalkan akan sedikit sibuk merapikan rindu yg mungkin tiba2 berantakan di ruang makan, di ruang keluarga, di ruang kerja, atau di ruang-ruang yang lain.
Seperti itulah semua diasah.
Iya.
Karena rasa dan ingatan itu seperti puzzle.
Yg akan terasa manfaatnya saat diacak lebih dulu.
Cerita datang dan pergi hanyalah sebagian kisah yg belum utuh.
Karena tetes terakhir hujan tdk selamanya jd penanda bahwa cerita telah usai.
Akan ada cerita datang dan pergi yang lain. Di tempat lain. Di waktu yg lain.
Sebagaimana kita sepakat.
Tak ada yg abadi, selain keabadian itu sendiri.
#bulansays
(Ramadhan 1424 H - 1438 H)
===================================
...
Setiap yg datang, suatu saat akan pergi.
Tak ada yg lebih baik dari datang baik-baik, lalu pergi juga baik-baik.
Setidaknya yg ditinggalkan akan sedikit sibuk merapikan rindu yg mungkin tiba2 berantakan di ruang makan, di ruang keluarga, di ruang kerja, atau di ruang-ruang yang lain.
Seperti itulah semua diasah.
Iya.
Karena rasa dan ingatan itu seperti puzzle.
Yg akan terasa manfaatnya saat diacak lebih dulu.
Cerita datang dan pergi hanyalah sebagian kisah yg belum utuh.
Karena tetes terakhir hujan tdk selamanya jd penanda bahwa cerita telah usai.
Akan ada cerita datang dan pergi yang lain. Di tempat lain. Di waktu yg lain.
Sebagaimana kita sepakat.
Tak ada yg abadi, selain keabadian itu sendiri.
#bulansays
Sunday, June 18, 2017
PERJALANAN MENCARI KEBENARAN
Tulisan berikut ini, sy kutip utuh dari teman..
Jadi, bukan tulisan sy. Penulisnya ada di bawah ya..
=========
PERJALANAN MENCARI KEBENARAN
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Saya bukan ustadz. Saya hanya seorang "truth seeker" yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur'an. Tentang mengapa ayat Al-Qur'an sering kali sulit dimengerti?
Jadi, bukan tulisan sy. Penulisnya ada di bawah ya..
=========
PERJALANAN MENCARI KEBENARAN
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Saya bukan ustadz. Saya hanya seorang "truth seeker" yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur'an. Tentang mengapa ayat Al-Qur'an sering kali sulit dimengerti?
Saturday, March 04, 2017
HELLO MY BLOG
Cukup lama nggak nongkrongin blog ini. Hanya aktif di beberapa akun yang postingannya lebih praktis. FB maksudnya. But, lama2 di sana jenuh juga. :D Kangen di mari...
Januari 2017, awal dari semua hari-hariku yang sibuk. Udah balik kerja lagi, malah di lingkungan yang baru. Awalnya sih berasa asing gitu. Sekarang-sekarang, dibilang betah sih...apa ya...aku masih sibuk merayu hatiku untuk mencintai pekerjaan dan lingkungan kerja yang sekarang. "Hati...sekarang kita di sini, pengabdian tulus kita sungguh dinanti...di sini..ya di sini...?"
Hmmm...pola jam kerja yang baru, rekan kerja yang baru, ruang lingkup kerja dan materi kerja yang baru...semua baru. Aku berusaha memahami semuanya bagian dari rencana baik ALLAH bagi masa depan aku bersama orang-orang yang aku sayang dan sayang sama aku. Sebab DIA Perencana Maha Baik untuk hamba-hamba-NYA.
Apa lagi ya?? Sementara ini, beberapa akun yang kusebut praktis itu non aktif. Sengaja. Lagi pengen sendiri di sudut blog ini. Sejatinya akun-akun itu bisa membuatku nyaman, nyatanya saat ini nggak. Entahlah. Aku merasa... berlama-lama di sana membuat aku malah makin merasa banyak waktuku bersama TUHAN yang hilang. Terdengar sensi dan emosional ya? Itu untuk diriku saja. Yang lain boleh nggak sepakat. Kan kembali ke diri masing-masing.
#udahgituaja
#Bulansays
#SerambiMadinah
Tuesday, January 10, 2017
HARI PASAR DAN PILKADA
Pagi ini, rasanya ada yg mengetuk pintu hati, seraya mengingatkan kembali bahwa setiap pilihan itu akan dipertanggung jawabkan dunia akhirat.
Apa hubungan hari pasar dan pilkada? Klo mau lihat siapa yg akan terkena dampak pada pilihanmu saat pilkada nanti, ke pasar jo. Pilih hari pasar dan perhatikan satu persatu wajah mereka yg hanya berharap dagangannya ludes hari ini.
Mereka datang membawa berbagai macam hasil bumi. Pakaian mereka sederhana, tak mencolok. Ada pula yg tak memakai alas kaki 😯. Mereka turun dari gunung, mereka sebagian dari sekitaran hutan, mereka keluar dari apa yg mereka sebut rumah yg jauh dari hiruk pikuk kota.
Jangan egois memikirkan diri sendiri, mengamankan posisi, karir atau jabatan. Wakafkan pilihan kita utk mengangkat kesejahteraan mereka juga. Sebab tak ada yg hal sekecil zarrah pun yang luput dari catatan malaikat di kiri kanan kita.
#udahgituaja
Apa hubungan hari pasar dan pilkada? Klo mau lihat siapa yg akan terkena dampak pada pilihanmu saat pilkada nanti, ke pasar jo. Pilih hari pasar dan perhatikan satu persatu wajah mereka yg hanya berharap dagangannya ludes hari ini.
Mereka datang membawa berbagai macam hasil bumi. Pakaian mereka sederhana, tak mencolok. Ada pula yg tak memakai alas kaki 😯. Mereka turun dari gunung, mereka sebagian dari sekitaran hutan, mereka keluar dari apa yg mereka sebut rumah yg jauh dari hiruk pikuk kota.
Jangan egois memikirkan diri sendiri, mengamankan posisi, karir atau jabatan. Wakafkan pilihan kita utk mengangkat kesejahteraan mereka juga. Sebab tak ada yg hal sekecil zarrah pun yang luput dari catatan malaikat di kiri kanan kita.
#udahgituaja
Thursday, December 15, 2016
Yang Baik? Masih Ada!
Bapak itu menolak uang yang pemberian saya. Dia hanya mengatakan sesuatu lalu pergi menjauh dari tangan saya yg masih menggenggam uang untuknya. Saya terharu luar biasa. Untung masih sempat ngucapin terima kasih sebelum dia benar-benar menghilang dari pandangan saya.
Ceritanya, sore sepulang dari kantor, saya menyempatkan diri singgah ke salah satu pasar semi modern di Kota Limboto ini. Sy lagi nyari ikan sagela (khas Gorontalo) untuk memenuhi permintaan teman dari Makassar. Salah satu kios yang memajang ikan tersebut pun menjadi pilihan saya. Penjualnya, seorang ibu berusia lanjut. Saat proses transaksi, tiba2 seorang Bapak datang menghampiri kami. Dia menawarkan bantuan melepas ikan satu per satu dari wadahnya dan membuat wadah baru dalam bentuk kemasan siap kirim. Sy seksama mengamati aktivitasnya dari kios satu ke kios yang lainnya, mencari semua bahan yang ia butuhkan. Smua yang sy saksikan membuat sy terharu, hanya untuk 1 kiriman itu, dia begitu sibuk. Sambil sesekali melangkah dan mematung, pandangan sy seksama mengikuti pergerakan ikan sagela yang sudah di tangannya yang terakhir berpindah ke tangan seorang ibu penjual kue. Ibu itu nampak kebagian tahap proses pengemasan. Mereka seperti sebuah sistem dengan elemen-elemen yang utuh, bekerja untuk satu tujuan membantu sesama atas nama keikhlasan. :)
Dan, selesai. Bpk itu menghampiri saya dan menyodorkan sebuah paket bungkusan yang telah dikemas dengan rapi. Sy lalu mengeluarkan selembar uang untuk Bapak itu, namun spontan ia menolak dengan alasan dia ikhlas membantu saya. Saya bilang bahwa ini juga titipan dari teman saya, jd mohon uang ini bpk terima. Dia tetap menolak lalu menghilang. Rasanya ada perasaan bersalah yang menyeruak tiba2, mengapa seolah semua harus sy nilai dengan uang? Namun justru hal inilah yang hampir tak saya temukan lagi kemarin-kemarin. Pengalaman beberapa tahun tinggal di lingkungan perkotaan penyangga ibu kota negara, lingkungan di mana pekerjaan dan uang memiliki relasi begitu kuat dan signifikan. Sekecil apapun meminta bantuan orang, selalu ada nilai nominalnya. Tapi di sisi lain lagi, saya juga memahami bahwa kerasnya hidup di kota lah yang memaksa pola hubungan antar sesama terbentuk seperti itu.
Karenanya, saat hijrah kembali ke kota kecil di bagian atas pulau berbentuk K ini, apa yang saya alami kemarin adalah proses penyadaran yang berulang bersama beberapa kejadian lainnya, bahwa... di sini lain sayang...
Karenanya, saat hijrah kembali ke kota kecil di bagian atas pulau berbentuk K ini, apa yang saya alami kemarin adalah proses penyadaran yang berulang bersama beberapa kejadian lainnya, bahwa... di sini lain sayang...
Kejadian itu juga sempat membersitkan ingatan tentang para oknum yang korup dan para politisi yang begitu mudah mengumbar janji2 manis saat kampanye. Bahwa janji itu adalah harapan bagi mereka di sini; jauh dari hiruk pikuk ruang sidang yang sibuk dengan gonta ganti pemimpin demi kepentingan partai. Ah Bunda Pertiwi, sy bersyukur masih menemukan perangaimu yang santun di sini.
Friday, August 12, 2016
BELAJAR BERTAHAN: JELANG EPISODE BARU
Pagi itu, 1 Agustus 2016, pukul 09.00 pagi...momen puncak "Belajar Bertahan" pun dimulai. Setelah sebulan sebelumnya, bingung akan menggunakan kostum sidang seperti apa, akhirnya saya memilih kebaya kutu baru warna putih + kain panjang peninggalan Mama. Imajinasiku, Almarhumah hadir menemaniku, berdiri di samping podium.
Selama 2 jam lebih, proses Sidang Promosi Terbuka berjalan dengan lancar. Alhamdulillah, malah gak kerasa, tau2 udah kelar aja. Saat menyampaikan kesan-kesan, sy bertahan agar gak ada yg basah di pipi. Waktunya hanya 5 menit, jadinya cukup banyak pihak yang tak sempat sy sebutkan. Sy gak enak klo kelamaan curhat dan say thanks gitu, dosennya ntar nguap. Hehehe...
Di akhir momen ini, sy menyadari bahwa "Belajar Bertahan" ini tenyata hanyalah satu episode yang telah siap berganti dengan episode2 baru yang lebih menantang. Saya ingat pesan seorang guru saya lepas tamat SMU dulu. Saat itu, saya menyodorkan diary untuk diisi oleh beberapa guru. Salah seorang guru menulis pesannya lebih kurang seperti ini..."Melangkahlah jauh (ke masa depan)... di sana kau akan temui, banyak hal yang jauh lebih indah dari yang indah kau lihat hari ini".
Sunday, June 26, 2016
MENJELANG BABAK AKHIR
Langkah ini sampai juga di ujung Jalan "Belajar Bertahan". Di depanku samar-samar nampak simpang jalan, menuju episode2 jalan yang baru. Tapi entahlah nama jalannya apa aja. Saya masih 'riweuh' dengan segala persiapan menjelang babak-babak akhir ini.
Beberapa tahun terakhir adalah kesempatan terbaik dan berharga yang Allah berikan. Kesempatan untuk belajar banyak hal, termasuk belajar mengenali potensi diri sekaligus kekurangan-kekurangan yang menjadi PR bagi saya tentunya.
Saya berharap besok akan ada banyak doa, semoga saya bisa menuntaskannya dengan baik. Insya Allah. Aamiin.
Tuesday, June 14, 2016
Hikmah
Hanya utk mengkonfirmasi kesediaan pembimbing untuk tanggal ujian, sy menuju kampus hari ini. Hingga sore hari, yg sy butuhkan konfirmasinya terlihat masih sangat sibuk. Kenapa tak sms aja? Justru karena dari kemarin sdh saya sms dan belum ada jawaban, makanya sy berniat menemui beliau aja langsung. Tiba waktu yg sy tunggu, tiba2 hak sepatu sy copot. Gak mungkin rasanya untuk menemui beliau dg kondisi spt itu. Akhirnya dengan langkah sedikit diseret, sy mencari 'warung' yang menjual lem sepatu.
Dalam perjalanan, sy bertemu pengemis dengan kondisi fisik yang tak sempurna di wajah. Dalam hati, sy berfikir pengemis itu mah sebenarnya masih bisa bekerja, tanpa harus duduk manis, menengadahkan tangan, mengharap belas kasihan orang dengan memanfaatkan kondisinya seperti itu. Saya pun berlalu tanpa menggubrisnya sama sekali. Singkat cerita, sy dapat lem dan memperbaiki hak sepatu sy yang lepas. Alhamdulillah bisa baik lagi. Segera sy balik lagi ke dalam kampus. Pas nyampe depan ruang fakultas, sy diberi tahu bahwa dosen yang sy tunggu itu baru aja pulang. Ya Allah, selisih waktu kami hanya sesaat, tp tak jua Engkau ijinkan bertemu.
Akhirnya sy putuskan untuk pulang aja. Di perjalanan, pengemis itu masih ada. Kali itu sy berfikir, ada yg harus saya perbaiki detik itu juga. Saya tak tahu persis kesulitan hidup seperti apa yang ia hadapi sampai harus seperti itu. Tanpa berfikir macam2 lagi, sy menaruh selembar uang di atas kain putih yg ia gelar. Dari sudut mataku, nampak olehku bahwa ia terlihat senang. Ya Allah, Astagfirullah, Astaghfirullah. Saya merasa tadi itu saya tak sengaja telah menghakiminya. Astaghfirullah. Biarpun tak dapat jawaban kepastian tanggal ujian, tak apalah. Setidaknya, sy bisa pulang dengan perasaan tak ber"hutang".
Sesampainya di asrama, satu persatu tas ransel dan bawaan lainnya sy turunkan. Sebelum lanjut ke aktivitas yang lain, hatiku tergerak membuka hp lebih dulu. Dan ternyata, ada sms "ok 27:9". Alhamdulillah. Sms itu saya baca dengan terharu... Dan, cerita ini pun ditutup dengan hikmah dari Yang Maha Sempurna.
Ciputih Gugahsari 14 Juni 2016
_____________________________________
Pelajaran yang saya ambil:
Hati-hati menyimpulkan sesuatu atau dari sebuah fenomena;
kesimpulan itu bisa jadi berlaku sebagai penghakiman atas diri orang lain;
sementara Allah-lah yang Maha Mengetahui dan Maha Adil dengan penghakiman-Nya.
Tuesday, May 17, 2016
Semua kembali ke Kontrak Awal
(Catatan kecil saya dari sebuah pengajian)
Kata Pak Ustadz...
Setiap ibu memiliki kontrak awal dengan Tuhan: mendidik dan membesarkan putra putrinya. Dan, mereka, setiap ibu, akan dimintai pertanggungjawaban sesuai kontrak awalnya tersebut.
Bagaimana jika ia seorang wanita karir, lalu tugas itu "didelegasikan" kepada orang lain, misalnya kepada baby sitter? Jawabnya, tetap sang ibulah yang akan dimintai pertanggungjawaban, bukan baby sitternya. Jadi macam ada 2 kontrak:
(1) kontrak antara ia dan baby sitternya; dan
(2) kontrak antara ia dan Tuhannya.
Jika paham kontraknya,maka jelas juga aturan mainnya, termasuk apa dan pada siapa pertanggungjawabannya.
Jika paham kontraknya,maka jelas juga aturan mainnya, termasuk apa dan pada siapa pertanggungjawabannya.
Boleh gunakan analogi ini:
menjaga dan merawat kebun adalah tugas tukang kebun sesuai kontrak pekerjaan yang disepakatinya dengan majikan. Jika si tukang kebun meminta tolong kepada temannya untuk membantu mengurus taman, sang majikan tidak akan meminta pertanggungjawaban kepada teman tukang kebun. Tetapi, sang majikan tetaplah akan meminta pertanggungjawaban kepada si tukang kebun.
Jika kebunnya bagus, maka sang majikan akan senang dan mungkin akan memberinya insentif untuk meningkatkan kinerjanya. Sementara itu, si tukang kebun paham betul siapa yang telah berkontribusi pada pencapainnya itu. Karenanya, ia (tukang kebun) selayaknya berterima kasih dan menghargai teman yang telah membantunya tersebut.
Jika kebunnya bagus, maka sang majikan akan senang dan mungkin akan memberinya insentif untuk meningkatkan kinerjanya. Sementara itu, si tukang kebun paham betul siapa yang telah berkontribusi pada pencapainnya itu. Karenanya, ia (tukang kebun) selayaknya berterima kasih dan menghargai teman yang telah membantunya tersebut.
#hatihatibacanya
#udahgituaja
Saturday, April 02, 2016
HAPPY MARCH
Catatan 14 Maret 2016...
Meski beberapa insiden kecil menyertai, Alhamdulillah Seminar hasil hari itu berjalan lancar juga.
Sunday, February 14, 2016
PESTA MEWAH BUAT "KITTY"
"Kitty" itu pemanis judul aja :)
Hari itu
saya sedang duduk menunggu dosen. Ditemani Bibi "pengendali dapur".
Sebut saja begitu. Sambil ngobrol berdua, di depan kami tiba2 muncul seekor
anak kucing yang tampak liar dengan tubuhnya yang sangat kurus. Saya ngomong ke Bibi, "Bi, ada
sisa2 makanan ga Bi?". Bibi menjawab,"Ga ada neng, paling juga
siangan klo ada yg mesen makanan dari luar". Saya paham jawaban Bibi,
karena dapur yang ia jaga hanya semacam dapur praktis, hanya utk sajian2
tertentu spt teh dan kopi. Si Kucing terus saja
mengeong dengan kalapnya mencari sesuatu yang bisa ia makan.
Tak lama berselang, seorang
mahasiswi datang menghampiri kami dan menyapa Bibi. Ia tak ikut duduk. Ia
menghampiri si Kucing dan mengeluarkan Whiskas (makanan kucing kemasan) dari
tas ranselnya. Saya ingat reaksi si Kucing yang mengeong makin nyaring sebelum
memulai pesta kecilnya yang mewah. Hingga ia kenyang, si mahasiswi itu nampak
menemaninya, mengajaknya berbicara, penuh kasih sayang. Pemandangan itu benar2
mengharukanku.
Bahwa, masih sangat sedikit orang yang tergerak hatinya melakukan hal-hal istimewa semacam itu. Memberi ikan yang tersisa dari piring kita, itupun mungkin tulangnya aja. Kenapa tak berfikir memberi isi atau dagingnya? Apa yg dilakukan mahasiswi muda itu, sungguh adalah pengalaman dan pelajaran yang mengagumkan bagi aku pribadi, dari
seseorang yang tak saya kenal dan usianya jauh di bawah saya.
Tuesday, December 22, 2015
BISIKAN HATI
Seperti itu gambaran saya dan Mama dulu. Sambil diiringi petikan gitarku, Mama nampak begitu menikmati meniti setiap nada. Mama suka banget sama lagu-lagu Melayu, Keroncong dan tentu saja lagu daerah Mandar. Wattu Timor Di Pamboang atau O Pulau Karampuang sering jadi lagu pembuka saat kami duduk bersenandung di teras depan atau di kamar belakang dekat dapur.
Kini, semua itu hanya bisa saya kenang. Karena apapun yang kemarin, bagi siapapun, selalu akan jadi seperti itu. Jadi, tak lagi harus bersedih ketika mengenang. Dan karena saya yakin, Mama selalu ada menemani langkahku, menggenggam tanganku, serta membelai tidurku. Mama lebih tahu, bagaimana mendekap putrinya dari ruang dimensi yang berbeda.
Untuk MAMA,
dan untuk Ibu-ibu hebat lainnya,
SLAMAT HARI IBU.
Tuesday, December 01, 2015
BELAJAR BERTAHAN
Dikoreksi, dibongkar, lalu direvisi lagi. Begitu saja terus berulang-ulang. Kadang sampai jadi candaan, nunggu siapa duluan, kita yang lelah atau supervisor yang bosan melihat wajah kita. Hahha. Teringat saat masih awal dulu, pernah sekali menghadap supervisor. Menyodorkan draft yang dibuat berbulan-bulan. Saat beliau mengatakan itu blm apa2, substansinya tak kena, saya drop 3 bulan. Benar2 tak bisa berfikir. Rasanya spt masuk dalam terowongan gelap sangat. Setelah akhirnya bisa keluar dan mulai bisa membuka alam fikir lagi, tiba2 spt tersadar ada waktu yang terbuang. Sy berusaha utk tak menyesali, sebab telah sy paksakan pun, mmg tak bisa. Teman yang lain, menempuh lorong gelapnya bahkan hingga hampir 2 tahun. Ternyata, kejadian itu berulang lagi dan lagi. Tp lama2 terbiasa juga. Belajar memenej pertahanan diri selama proses ini menjadi hal yang utama. Jatuh, bangkit lagi, jatuh, bangkit lagi. Babak belur sdh tak peduli, yg penting bisa berdiri dan melangkah sdh bersyukur banget. Soal pasang target kapan selesainya, inipun sudah beberapa kali revisi. Kita tunggu saja...selesai tepat waktu atau selesai di waktu yang tepat. :D
Maunya segera ya Allah...Aamiin. (Doain ya...)
Monday, November 02, 2015
SENIN ISTIMEWA
Judul postingan kali ini "Senin Istimewa". Banyak momen istimewa yang kudapati hari ini. Dari mulai konsultasi yang berujung lampu hijau dari Supervisor untuk lanjut ke tahap berikutnya, nganterin jurnal yang udah publish ke mereka, obrolan kecil dan doa yang manis dari seberang, hingga barusan...dianterin bakso bangka surprise depan pintu *senyumlebar*. Ah rejeki mah ga kemana.
Hari ini juga rasanya lebih fresh ngetik. Alhamdulillah laptopku sudah stabil lagi setelah kemarin sebulan lebih 'sakit', sering restart tiba-tiba gitu. Kebayang, pas lagi dibutuhin di momen2 akhir begini, dianya ngadat. Benar-benar pengen nangis rasanya, setiap pas selesai ngetik ide dan belum sempat disave, tiba-tiba restart seenaknya. Stelah stabil gini, pengalaman ngerjain tulisan dalam kondisi laptop sakit, malah jadi kenangan yang melekat banget di memory, justru karena nilai juangnya terasa lebih kuat dan habis-habisan menguji kesabaran saya.
Btw, malam ini semangat gegap gempita pengen begadang ngolah data kawan. Bantu teman seperti jadi hobby baru. Gara-garanya pernah menghadapi kesulitan dan hampir nggak tau mau minta tolong ke siapa. Lalu saya pernah pula membaca tulisan ini di salah satu medsos: "Menolong orang lain tak butuh alasan". Bagiku sih alasan tetap ada, Lillahi Ta'ala. Ya iyalah. Maksud sy bukan ingin mematahkan kalimat itu. Saya tetap sepakat pesan intinya "menolong dengan tulus". Sebab yang lainnya, sy merasakan benar beberapa pekan terakhir banyak hal yang saya alami, entah itu pengalaman dari saya, maupun dari teman.
Pernah saya ingin minta tolong ke seseorang, namun terkendala karena dianya sibuk. Saya kebingungan harus ke siapa lagi. Sambil duduk mikir gitu, kemudian saya curhat ke seseorang yang lain, yang justru benar-benar di luar ekspektasi saya bakal bisa ngebantuin nyari jalan keluar. Eh malah ternyata dia yang bisa membantu mencarikan solusi yang saya butuhkan. Saya menyebutnya, itu jalan-jalan rahasia yang dibuka Tuhan. Wallahu a'lam. Maha Suci Allah yang selalu menuntun dan membolak-balikkan hati kita.
Rumus sederhananya kira-kira begini:
"Jika ingin Tuhan membuka jalan keluar rahasianya untuk kita,
bukalah jalan keluar sebanyak-banyaknya bagi orang lain,
semampu yang kita bisa,
dan tulus."
Thursday, October 15, 2015
Pesan Hati
Dear,
yg Tuhan restu.
Di antara spasi disertasi,
kuselip sepucuk pesan hati.
Tak ada perayaan atau apapun,
tambahan angka di usia kita,
akan selalu berbanding terbalik dengan sisa umur kehidupan kita.
yg Tuhan restu.
Di antara spasi disertasi,
kuselip sepucuk pesan hati.
Tak ada perayaan atau apapun,
tambahan angka di usia kita,
akan selalu berbanding terbalik dengan sisa umur kehidupan kita.
Bersyukur dan tetap istiqomah,
tak hanya untukmu,
tapi bagiku juga
dan untuk semua.
Ada yang indah di depan sana,
adalah tentang apa dan bagaimana kita hari ini.
tak hanya untukmu,
tapi bagiku juga
dan untuk semua.
Ada yang indah di depan sana,
adalah tentang apa dan bagaimana kita hari ini.
Beriring doa,
"Barakallahu fiik
Untuk semua jiwa yang merayakan anugerahNya hari ini.
Amiin"
Untuk semua jiwa yang merayakan anugerahNya hari ini.
Amiin"
Wednesday, October 14, 2015
BIARLAH "AKU" BICARA
Tak usah panjangkan kata
Berdiam diri lalu dengarlah
Bulan bersuara menghela jiwa
Nyanyian rindunya tak kenal jeda
Subscribe to:
Posts (Atom)







